
Dalam setiap kesempatan, dia selalu mengucapkan doa seperti berikut ini...
-------------------------------------------
Apakah "bughat" itu ?
Dan bagaimana kisahnya ?
Bughat adalah anak burung gagak yang baru
menetas.
Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut bughat.
Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut bughat.
Ketika sudah besar dia menjadi gagak (gurab).
-------------------------------------------
Apa perbedaan antara bughat dengan gurab ?
Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru
menetas warnanya bukan hitam seperti induknya…
Kulitnya berwarna putih karena ia
lahir tanpa bulu.
Di saat induk gagak melihatnya, dia tidak terima itu anaknya
karena bentuk dan warnanya yang berbeda.
Setelah anaknya menetas, induk gagak tidak mau memberi makan dan minum dan hanya mengintai saja dari kejauhan...
Setelah anaknya menetas, induk gagak tidak mau memberi makan dan minum dan hanya mengintai saja dari kejauhan...
Anak gagak kecil malang yang baru keluar dari telur itu
tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang...
Lalu bagaimana dia makan dan minum ?
-------------------------------------------
Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rezeki yang
menanggung rejekinya, karena Dia-lah yang telah menciptakan...
Dalam kesempatan pertama, anak gagak memakan bagian cangkang
telurnya yang mengandung banyak protein.
Kemudian setelah itu, ternyata anak gagak memiliki aroma
tertentu yang keluar dari tubuhnya, yang dapat mengundang datangnya binatang
kecil ke sarang...
Lalu berbagai macam semut, ulat dan serangga berdatangan setiap
saat ke sarang sebagai makanan anak gagak.
Masyaa Allah...
-------------------------------------------
Keadaan ini terus berjalan sekitar 1 minggu, sampai anak
gagak bulunya mulai tumbuh dan warna tubuhnya mulai berubah menjadi hitam…
Ketika itu barulah induk gagak mengetahui bahwa itu adalah
anaknya dan dia pun mulai memberi makan anaknya hingga tumbuh dewasa dan bisa
terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan
binatang-binatang kecil tidak lagi berdatangan ke sarangnya.
Dia-lah Allah Ar Razzaq - Yang Maha Pemberi Rezeki bagi semua makhluk,
sebagaimana firman dalam Al Quran :
"Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan di antara
mereka dalam kehidupan di dunia ini." (QS. Az-Zukhruf : 32)
-------------------------------------------
Maka kurang pantaslah bila orang orang beriman mempertanyakan rezeki, kurang mensyukuri rezeki dan seringkali tidak mengindahkan halal
haramnya rezeki ?
Naudzubillah min dzalik.