Rasa ‘pede’ alias percaya diri
merupakan salah satu modal untuk sukses di dunia kerja. Tanpa rasa ‘pede’
rasanya sulit bagi Sobat untuk maju.
Karena bagaimana Sobat mau maju jika belum
melangkah Sobat sudah takut duluan? Umumnya, orang-orang yang nggak 'pede' adalah
orang-orang yang selalu merasa khawatir, takut salah dan takut ditertawakan
oleh orang lain.
Padahal sesungguhnya Sobat nggak
perlu merasa nggak 'pede', karena setiap orang memiliki kelebihan sekaligus
kekurangan masing-masing.
Di satu sisi Sobat bisa menjadi 'bintang' tetapi di
sisi lain Sobat bisa orang 'biasa-biasa' saja...
Sebagai manusia biasa, wajar jika Sobat tidak bisa menguasai semua bidang, bukan?
Sebagai manusia biasa, wajar jika Sobat tidak bisa menguasai semua bidang, bukan?
Biasanya saat Sobat menyadari
kelebihan yang dimiliki, Sobat bisa 'pede' alias percaya diri.
Tetapi saat menyadari
kelemahan Sobat, mendadak Sobat merasa nggak ‘pede’.
Itu sebetulnya hal yang normal… tetapi Sobat
harus bisa melawan saat-saat merasa nggak ‘pede’.
Menurut Bob Grifith --- communications psychologist asal London, semua orang bisa melawan rasa nggak ‘pede’.
Ibaratnya
jika Sobat bisa menjadi bintang dalam organisasi karang taruna di RT Sobat, Sobat
pun bisa menjadi bintang di meeting room kantor Sobat.
Rahasianya, Sobat harus mencari
tahu apa yang membuat Sobat percaya diri saat Sobat sedang tangguh. Kemudian
transferlah rasa percaya diri saat rasa kurang 'pede' Sobat mendadak muncul.
Misalnya bila Sobat selalu menundukkan kepala saat menyampaikan presentasi di kantor,
cobalah untuk mengangkat kepala, tersenyum dan sapalah setiap rekan kerja yang mendengarkan pemaparan Sobat.
Kedengarannya memang sepele,
tetapi jika Sobat sukses melakukannya, ini hal ini bisa menjadi titik awal bagi
tumbuhnya rasa 'pede' ketika Sobat harus tampil di luar...
Kemudian pelajarilah kemahiran
serta kelebihan yang Sobat miliki.
Selanjutnya cari kemungkinan
bahwa Sobat pun bisa berhasil di bidang lain.
Setelah itu buatlah strategi
untuk mengatasi keadaan sulit yang mungkin dihadapi. Untuk mengatasi masalah ‘pede’,
Grifith menyarankan agar Sobat memiliki pandangan yang taktis dalam menghadapi
kehidupan ini.
"Menggunakan taktik atau
strategi dalam kehidupan, bukan berarti Sobat mempraktekkan cara-cara yang licik
atau 'pandai-pandai'. Yang lebih penting adalah dengan merencanakan bagaimana cara komunikasi yang
efektif sehingga mendukung dalam mewujudkan situasi yang nyaman. Pikirkan apa yang ingin Sobat sampaikan dan simulasikan bagaimana orang akan
menanggapinya," jelas Grifith.
Singkirkan juga rasa khawatir dan
takut dalam menghadapi situasi yang terburuk. Dalam mitigasi situasi buruk, Sobat
harus segera mencari atau memikirkan cara mengatasinya. Misalnya jika ide Sobat
ditolak atasan, no problem... di lain waktu Sobat pasti memiliki ide yang lebih
cemerlang.
Jangan sampai kekhawatiran dan
ketakutan terkait pekerjaan membuat Sobat melarikan diri dan bersembunyi setiap saat dibutuhkan !
Mulailah untuk mencari tahu
bagaimana Sobat bereaksi di saat menyenangkan dan di saat sulit. Catatlah
selalu reaksi Sobat di saat yang menyenangkan. Kemudian saat situasi sulit keluarkan
catatan tersebut. Hal ini akan membantu Sobat untuk keluar dari perasaan stres
dan tertekan, sekaligus membantu Sobat untuk meningkatkan rasa ‘pede’. Dan hal
ini perlahan-lahan akan membantu diri Sobat memiliki rasa ‘pede’ yang stabil.
So, mulai sekarang lawanlah rasa nggak ‘pede’ Sobat.
Percayalah, rasa ‘pede’ akan sangat membantu dalam mengantarkan Sobat ke gerbang sukses.
Berdirilah tegak, tataplah masa
depan dan tersenyumlah.
Hadapilah setiap tantangan apapun
dengan sikap optimis.
Semoga bermanfaat yaa Sobat…
Salam sukses sehat semangat !
----------------------------------------------------
By : Dwi Hadi Atmaka
#ditulis kembali dari artikel Bob Grifith (Communications Psychologist)
By : Dwi Hadi Atmaka
#ditulis kembali dari artikel Bob Grifith (Communications Psychologist)
----------------------------------------------------
Baca juga :